Ketua Adat Gedongtataan Penuhi Panggilan Polisi, Desak Penindakan Dugaan Pelecehan Gelar Adat Lampung Pepadun

IJN PESAWARAN 
Ketua Adat Tiyuh Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Mad Nur Gelar Paksi Ulangan, memenuhi undangan penyidik Polres Pesawaran untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan adat melalui unggahan akun Facebook bernama Mua’llim Taher.

Unggahan tersebut diduga mengandung unsur pelecehan terhadap simbol serta gelar adat Lampung Pepadun, khususnya yang berasal dari Tiyuh Kesugihan, Kecamatan Gedongtataan.

Dalam keterangannya, Mad Nur menegaskan bahwa adat merupakan hal yang sangat sakral dan tidak dapat dijadikan bahan candaan ataupun olok-olokan.

“Bicara soal adat ini sangat rumit dan sensitif. Tidak bisa adat dibuat untuk bahan olok-olokan, apalagi sampai dilecehkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyematan adok atau gelar adat dilakukan melalui prosesi yang sakral dan memiliki aturan atau tata titi yang harus dipatuhi dalam masyarakat Lampung Pepadun. Oleh karena itu, menurutnya, tidak semua orang memiliki kapasitas untuk memberikan penilaian atau komentar terhadap gelar adat tersebut.

“Adok atau gelar itu melalui proses adat yang sakral. Orang yang tidak punya kapasitas tidak bisa sembarangan mengomentari,” tegasnya.

Selain itu, Mad Nur juga menyoroti foto yang diunggah dalam akun Facebook tersebut, yang menampilkan atribut pakaian adat lengkap dengan singgasana adat. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai budaya yang harus ditindaklanjuti secara hukum.

“Perilaku pelecehan ini harus diproses secara hukum demi menjaga kehormatan dan meredam amarah masyarakat adat Pepadun,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pemilik akun tersebut.

“Kalau tidak segera ditangkap, dikhawatirkan akan memantik reaksi dari masyarakat adat Lampung Pepadun,” ujarnya.

Mad Nur juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya maksimal untuk meredam emosi masyarakat adat yang sempat tersulut dan berencana turun langsung ke lapangan.

Baca juga:  Pelayanan E-KTP, Ratusan Warga Teluk Pandan Serbu Lokasi Perekaman

“Saya sudah berusaha maksimal meredam amarah masyarakat adat Lampung Pepadun agar situasi tetap kondusif,” tutupnya,

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!