IJN PESAWARAN
Infojejama.news – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 01, Supriyanto-Suryansyah, secara tegas membantah isu yang menyebut mereka sebagai calon boneka politik. Supriyanto menyampaikan pernyataan ini saat menghadiri konsolidasi tim pemenangan di kediaman Ketua DPD II Partai Golkar Pesawaran.
Selanjutnya, Supriyanto menegaskan komitmennya dan pasangannya untuk berjuang bagi masyarakat Pesawaran. “Jika Supriyanto dan Suriansyah calon boneka, untuk apa kami berada di sini dan berjuang untuk masyarakat?” tegasnya. Ia menyatakan kesetiaannya pada tujuan awal, yaitu melanjutkan cita-cita Bapak Aries Sandi yang sempat di diskualifikasi.
Lebih lanjut, Supriyanto menekankan tanggung jawabnya sebagai putra daerah untuk memajukan Pesawaran. “Menang atau kalah, calon dari luar daerah dipastikan akan meninggalkan Pesawaran setelah pemilihan. Dengan demikian, mereka tidak akan lagi memikirkan masa depan Pesawaran karena bukan warga Pesawaran,” ujarnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi alasan kuat bagi Supriyanto-Suryansyah untuk memimpin dan membangun Pesawaran.
Seruan untuk PSU
Oleh karena itu, pasangan nomor urut 01 ini mengajak masyarakat Pesawaran untuk memberikan hak suaranya pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Pesawaran tanggal 24 Mei mendatang. Supriyanto meminta masyarakat menyebarkan informasi kebenaran; selain itu, ia meminta masyarakat membantah isu golput dan coblos dua-duanya, serta menolak pemimpin yang pemerintahannya dinilai bobrok.
Kemudian, Supriyanto menjelaskan latar belakang pemilihan Suryansyah sebagai calon wakil bupati. “Saya meminta bantuan Sekretaris Partai Golkar pusat untuk merekomendasikan Pak Suryansyah, yang sukses berkarier di Jakarta, pulang kampung dan membantu Pesawaran. Beliau adalah kader Partai Golkar,” jelasnya. Meskipun demikian, Supriyanto menambahkan bahwa Suryansyah, meskipun sempat marah, akhirnya memahami pentingnya membangun Pesawaran bersama.
Sebagai akibatnya, Supriyanto menyatakan bahwa kehadiran Suryansyah telah menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Tatan hingga Kemiling dan Tegineneng, yang sebelumnya terpecah. “Dengan masuknya Suriansyah, penduduk pribumi bersatu, ‘Mak kham sapa lagi?’ kata orang Lampung. Sekarang kompak,” pungkas Supriyanto.
Akhirnya, Supriyanto dan Suryansyah, yang lahir dan besar di Pesawaran, berkomitmen untuk membangun kampung halamannya menuju Pesawaran yang lebih makmur dan sejahtera. Mereka berharap masyarakat memberikan dukungan penuh dalam PSU mendatang untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. (Red)






