Infojejama.news/Pesawaran, 17 Juni 2025
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Pesawaran menggelar kegiatan sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan penyuluhan stunting untuk warga, khususnya ibu dan balita, di Dusun Way Hui, Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Senin (16/6).
Dipimpin langsung oleh Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K., kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Pesawaran Ny. Siska Heri serta tim kesehatan dari Sidokkes Polres Pesawaran. Kehadiran mereka menjadi bentuk kepedulian institusi Polri terhadap isu kesehatan masyarakat, terutama pencegahan stunting sejak dini.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, pemberian vitamin dan obat-obatan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak. Edukasi terkait stunting disampaikan langsung kepada para orang tua agar lebih memahami pentingnya pola asuh dan gizi seimbang.
Kapolres AKBP Heri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Polri yang Presisi dan hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di luar tugas-tugas keamanan.
> “Kami ingin hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Masalah stunting adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan anak-anak kita,” ujar Kapolres.
Sebanyak 96 warga tercatat menerima pengobatan gratis, dan 50 balita turut serta dalam pemeriksaan serta penyuluhan stunting.
Kasidokkes Polres Pesawaran, Penata dr. Ratna Minanda F., juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat pelayanan, tapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan keluarga.
> “Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Dengan edukasi yang tepat, kami harap masyarakat bisa lebih peduli terhadap pertumbuhan anak-anak sejak usia dini,” jelas dr. Ratna.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan berlangsung dalam suasana yang akrab. Melalui kegiatan semacam ini, Polres Pesawaran menegaskan komitmennya sebagai pelindung sekaligus pelayan masyarakat yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan publik.
Din morok.






