Infojejama.news/Pesawaran, 24 Juni 2025-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan administrasi kependudukan. Melalui program jemput bola, Disdukcapil menggelar kegiatan perekaman KTP elektronik (E-KTP) di Kecamatan Teluk Pandan yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kegiatan perekaman yang dipusatkan di Gedung SDGS ini diikuti oleh ratusan warga dari 10 desa di wilayah tersebut. Sejak pagi, lokasi sudah dipadati oleh warga yang ingin memanfaatkan kesempatan perekaman tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil di ibu kota kabupaten.
Warga yang hadir didominasi oleh pemula (usia 17 tahun ke atas) serta kelompok lanjut usia yang belum sempat melakukan perekaman sebelumnya. Kegiatan ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan dokumen identitas resmi, tetapi juga menghemat waktu dan biaya transportasi.
“Total ada sekitar 300 warga yang datang untuk melakukan perekaman. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Teluk Pandan,” ujar Rio, salah satu tokoh masyarakat yang turut mengawal kegiatan tersebut.
Menurut Rio, pelayanan langsung ke desa-desa seperti ini sangat dibutuhkan dan membantu masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau sulit menjangkau kantor Disdukcapil.
“Terima kasih banyak kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami sangat terbantu, apalagi bagi warga lansia dan pemula yang baru akan memiliki KTP untuk pertama kali,” tambahnya.
Rio juga berharap agar kegiatan serupa dapat dijadwalkan rutin, sehingga cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di wilayah kecamatan bisa semakin merata dan tertib secara administrasi.
Disdukcapil Pesawaran sendiri memang tengah gencar memperluas akses layanan kependudukan, terutama untuk daerah-daerah dengan jangkauan geografis yang sulit. Program jemput bola menjadi solusi efektif dalam memastikan setiap warga memiliki dokumen identitas yang sah.
Dengan adanya E-KTP, warga tidak hanya memiliki bukti identitas resmi, tetapi juga dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga perbankan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan pelayanan publik yang lebih merata, cepat, dan efisien.
(Din morok)






